Terancam Punah, Inilah Fakta Kunang-Kunang yang Harus Kamu Tahu

Knowledge Jun 23, 2020

Tubuhnya kayak lampu, ukurannya kecil, punya sayap, suka terbang malem-malem, siapakah dia?

Yups. Kunang-kunang! 100 poin untuk admin! Hehe

Siapa nih, yang gak tau kunang-kunang? Pasti tau dong ya. Admin biasanya nemu kunang-kunang itu pas balik ngaji dari rumah Pak Haji, kalo kalian kapan?

Atau malah gak pernah liat? Taunya dari gambar doang? Ckckck, kasian.

Pasalnya, berdasarkan penelitian dalam jurnal Bioscience, kunang-kunang udah dikategorikan hewan yang terancam punah loh. Hilangnya habitat, penggunaan pestisida, dan cahaya buatan menjadi penyebab utamanya. Huhuu sad:(

Sebelum kepunahan itu bener-bener terjadi--dan semoga tidak akan terjadi, admin mau kasih tahu hal-hal menarik tentang hewan bercahaya yang satu ini. Siapa tahu ada yang tergerak bikin peternakan kunang-kunang misalnya, hehe.  Yuk, ah langsung aja kita mulai!

Kunang-kunang ngobrol pake cahaya

Cahaya yang mereka keluarkan ternyata bukan sekedar penerang di malam gelap loh, tapi itu tanda kalo mereka sedang berkomunikasi. Selain bertujuan menarik perhatian betina, mereka juga berkomunikasi untuk hal lain, seperti melindungi daerah teritorial mereka dan mengusir predator. Pada beberapa spesies, cuma kunang-kunang jantan aja nih, yang bisa bercahaya. Tapi tenang aja, di kebanyakan spesies, betinanya juga bisa, kok. Jadi, waktu si jantan melayang-layang pamerin bokongnya yang bersinar, si betina biasanya mengamati dari atas pohon atau rumput. Kalo nemu yang pas, si betina bakal ngasih kode kaya kedip-kedip cahaya malu gituh. Kalo udah gitu, mereka bisa kawin deh. Kunang-kunang aja ngerti kalo dikasih kode, kenapa doi yang bolak-balik dikodein, susah banget peka, sih?! curcol

Udah bercahaya dari lahir

Bukan cuma emak bapaknya aja nih yang terang benderang, ternyata pada beberapa spesies, anak-anaknya yang masih berbentuk larva bahkan waktu masih telur aja, mereka udah bisa menghasilkan cahaya sendiri. Nah, cahaya ini berguna buat ngasih tahu predator kalau mereka nggak enak buat dimakan. Leh uga.

Kunang-kunang bukan kuku orang mati

Ini nih yang dulu suka bikin admin parno. Tiap liat kunang-kunang, jangankan ditangkap yang ada malah suka kabur. Haha. Setelah tau ini jadi sebel sendiri.

Jadi gais, cahaya kunang-kunang itu adalah hasil dari reaksi kimia dalam tubuhnya. Kombinasi sejumlah sel dengan enzim menciptakan molekul dan melepaskan energinya dalam bentuk foton cahaya. Warna cahayanya sendiri cukup bervariasi, bisa kuning, merah terang, hijau, dan orange. Gak ada kaitannya sama hal-hal berbau mistis sedikitpun, ya gaiss.

Waktu kecil makan siput, udah gede makan temen!

Waktu masih larva, mereka gak kayak larva pada umumnya, cikal bakal kunang-kunang ini bersifat karnivora. Biasanya mereka memangsa siput, cacing, dan keong. Setelah dewasa, mereka beralih menjadi kanibal dan memangsa kunang-kunang lain. Tapi, ada juga yang vegetarian, mereka hanya makan serbuk sari dan nektar, bahkan ada juga yang gak makan apapun selama masa hidupnya yang emang terbilang singkat. Masa hidup mereka kayak masa libur anak sekolahan, cuma dua sampai tiga mingguan aja nih. Kasian ya gais, mereka gak sempet rayain ulang tahun.

Cahaya kunang-kunang adalah cahaya paling efisien sedunia

Hampir 100% dari proses reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh kunang-kunang dipakai untuk memproduksi cahaya. Mari kita bandingkan dengan bola lampu pijar, energi yang dipake buat produksi cahaya cuma 10% aja, sisanya menghasilkan energi panas. Karena tidak menghasilkan panas itulah, para ilmuwan menyebut cahaya kunang-kunang sebagai “cold light” atau cahaya dingin.

Kalo ada yang udah kepikiran mau ternak kunang-kunang, lumayan nih bisa jadi pengganti lampu supaya lebih ramah lingkungan. Btw, admin jadi keinget film Grave Of The Fireflies deh, ada yang tahu gak? Di film itu juga ada adegan memanfaatkan kunang-kunang sebagai lampu loh. Jadi, admin gak lagi ngaco yak. Meskipun, itu cuma film animasi, sih. Hehe.

Nah, gimana? Setelah kenalan lebih dalam, apakah kalian tega kalau suatu saat mendengar berita yang judulnya “Kunang-Kunang Dinyatakan Telah Punah”? Admin sih, no. Jadi, untuk menghindari hal itu, gak ada pilihan yang lebih baik selain menjaga kelestarian habitatnya. Hutan, mangrove, dan sungai-sungai harus dijaga kelestariannya. Penggunaan pestisida dalam pertanian yang bisa mengancam keberadaan kunang-kunang pun harus dikurangi sebisa mungkin.

Save fireflies, save the world!

-Eve

Sumber:

https://www.firefly.org/build-firefly-habitat

https://www.hipwee.com/feature/fakta-kunang-kunang/

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.