Tabir Gelap Indonesia Sampai Saat Ini

History Mei 01, 2020

Halo Sobat #UarnixIndonesia kali ini kita akan membahas suatu kasus yang belom ada kejelasannya hingga sekarang dan akan mengeksplor kasus - kasus yang masih banyak lagi.

https://empowerms.org/wp-content/uploads/2019/10/images.jpeg

1. NOVEL BASWEDAN ATAU NOVEL SALIM BASWEDAN

Seorang senior KPK yang menjadi korban penyiraman air keras pada 11 April 2017 yang dilakukan usai ibadah shubuh dimasjid terdekat. Menyebabkan mata sebelah novel baswedan harus dioprasi hingga matanya membaik meskipun tidak sepenuhnya berfungsi dengan baik , penyiraman air keras kepada novel baswedan mengkibatkan terhambatnya penanganan membasmi para koruptor.

Pelaku sudah tertangkap yang disinyalir anggota dari brimob korps namun Novel Baswedan masih tidak yakin dengan tertangkapnya pelaku karena novel baswedan beransumsi ada dalang dalam semua insiden penyiraman padanya dan meyakini bahwa ada banyak pelaku namun dibalik layar, asumsi tersebut diperkuat dengan pernyataan bahwa novel baswedan tidak pernah mengenal pelaku apa lagi bersinggungan langsung dan tidak masuk akal jika urusan pribadi.

Mungkin kasus ini masih menjadi momok bagi Novel Baswedan karena dalang yang bermain dibelakang layar bisa saja membahayakan Novel Baswedan dalam mengungkap kasus kasus koruptor yang menjadi musuh negara, namun negara kooperatif dengan koruptor dengan memberikan celah dan tidak lagi mencari suatu dalang tersebut.

2. AKSYENA AHAD DORY.

Aksyena menjadi tabir gelap Universitas Indonesia karena tidak ada titik cerah pada kasus Aksyena selama 5 tahun ini, mahasiswa Universitas Indonesia fakultas MIPA dengan latar belakang anak yang berbakat sekaligus pendiam.

Aksyena tewas didanau kenanga dengan kedalaman sekitar 2 meter yang terletak tidak jauh dengan kampus Universitas Indonesia dalam keadaan mengapung dengan tas berisi 12 Kg batu, dalam waktu yang sama polisi menemukan surat wasiat Aksyena, diketahui kematian Aksyena akibat bunuh diri disebabkan gagal mengikuti lomba kedua kalinya yang membuatnya depresi, namun lambat laun kasus ini beralih menjadi pembunuhan berencana sebab surat wasiat Aksyena jadi bukti kuat karena surat tersebut tidak sesuai dengan tulisan tangan Aksyena dan sejak itu kasus ini masih menjadi sebuah tanda tanya untuk Universitas Indonesia.

3. MUNIR SAID THALIB

Siapa yang tak kenal munir sang aktivis HAM yang menangani beberapa kasus di Indonesia. Munir tewas saat transit singapura dalam perjalan menuju amsterdam untuk melanjutkan kuliahnya disana. Munir tewas didalam awak kapal Garuda Indonesia yang diduga atas tewasnya karena diracuni yang dibuktikan oleh Intitusi Forensik Belanda (NFI) ,dimana air minum dan makanan mengandung racun arsenik kemudian polisi menangkap Pollycarpus selaku pilot Garuda Indonesia karena ada konspirasi pihak Garuda Indonesia atas pemalsuan dokumen atau surat tugas.

Lalu Pollycarpus resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta sehingga Pollycarpus divonis 14 tahun namun ini lebih ringan dari pada sidang pertama yang digelar dengan vonis hukuman 20 tahun dan hingga saat itu laporan TPF belum dipublikasikan usai diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono , kasus ini pun ditutup karena tidak ada bukti baru lagi.

3. SUM KUNING ATAU SUMARIDJEM

Sum Kuning atau Sumaridjem adalah salah satu korban pemerkosaan dan korban ketidakadilan di orde baru. Sum Kuning adalah seorang pedagang bertelur usai berdagang Sum Kuning pulang larut malam, namun ditengah perjalanam Sum Kuning hampir tersrempet oleh mobil dan berhenti, memaksa Sum Kuning masuk kedalalam mobil sambil membungkam lalu didalam Sum Kuning diancam dengan sebuah belati dilehernya setelahnya Sum Kuning dibius.

Sum Kuning setengah sadar jika Sum Kuning dijadikan media syahwat secara bergilir dan beramai ramai, tidak hanya itu saja kelaminya juga dimasukan benda keras hingga selaput dara robek usai jadi budak syahwat Sum Kuning dibuang dijalan.

Kemudian Sum Kuning menuju pelanggannya yang dekat dengan daerah tersebut dalam keadaan penuh darah dibajunya yang bernama Suladri , tetangga Suladri seorang wartawan yang bernama tut sugiarto lalu rekan Tut Sugiarto yang bernama Imam melaporkan Unit Polisi Militer setempat, Polisi Militer pun datang menyaksikan Sum Kuning lalu membawanya di rumah sakit.

Usai kabarpun tersebar luas seantero yogyakarta yang mempunyai 2 versi , versi asli dan versi Budidono yang memperkosa dirinya dimana Budidono bilang 3 anak yang memperkosanya adalah anak pengede , dan ketika itu polisi menahan Sum Kuning padahal sudah jelas hasil visum dari dokter tapi tetap di tahan namun berkat protesan masyarakat Sum Kuning dibebaskan.

Namun kasus Sum Kuning semakin rumit dari tuduhan orang PKI atau Gerwani nyari dipenjara akibat Budidono dengan alasan memberikan keterangan palsu dan penyiaran palsu belum lagi atas tuduhan film Gadis Desa yang mengisahkan Sum Kuning namun diawal film menyatakan dirinya hanya mengejar polpularitas yang membuatnya tidak dipercayai masyarakat.

Ketika kasus Sum Kuning ketepatan dengan jabatan Hoengeng Imam Santoso , Hoengeng pun bertindak dengan membuat Tim Pemeriksa Sum Kuning.

Dan saat terkumpul semua bukti , Hoengeng mengungkap anak polisi dan pejabat yogyakarta yang terlibat termasuk Paku Alam VII selaku wakil gubernur DIY setelahnya bukti itupun diserahkan kepada Presiden Soeharto namun tidak mendapat dukungan malah tanggung jawab itu dialihkan kepada Team Pemeriksa Pusat/KOPKAMTIP yang ditunggangi oleh rezim dan lambat laun hilang seperti angin.

Sobat Uarnix, bagaimana tanggapan kalian terhadap kasus-kasus di atas? Kasih tahu dong, taruh di kolom komentar bawah ya.

Sc:

https://m.detik.com/news/berita/d-4973682/3-tahun-kasus-penyiraman-novel-baswedan-yakin-pelaku-tak-cuma-2-orang

https://m.merdeka.com/peristiwa/mengingat-kembali-kasus-kematian-akseyna-ahad-dori-sudah-5-tahun-mandek.html

https://nasional.kompas.com/read/2008/06/19/22025444/kronologi.kasus.pembunuhan.munir

https://kumparan.com/kumparannews/crime-story-siapa-pemerkosa-sum-kuning-1rr22niWM1o

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.