Plot 20 Juli 1944

History Apr 17, 2020
Hitler tampak mengecek puing-puing bangunan yang berserakan akibat ledakan yang hampir membunuh dirinya.

Plot 20 Juli adalah percobaan kudeta yang gagal dalam usaha pembunuhan Adolf Hitler pada tanggal 20 Juli 1944. Sebelum membahas lebih dalam lagi, buat kalian yang belum tau apa sih kudeta itu?, nah, kudeta adalah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusional berupa "penggambilalihan kekuasaan", "penggulingan kekuasaan" sebuah pemerintahan negara dengan menyerang legitimasi pemerintahan, kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintahan yang digulingkan.

Kudeta ini dipimpin oleh Mayor Claus von Stauffenberg yang sejak lama  melawan kekuasaan Nazi. Memang, selama 1943 dan awal 1944, oposisi terhadap Hitler di kalangan tentara tinggi amat sangat meningkat. Hal ini terjadi karena pada saat itu situasi militer Jerman sangat memburuk.

Sedikitnya 6 percobaan pembunuhan Hitler yang berhasil digagalkan sebelum akhirnya Kolonel Claus von Stauffenberg merencanakan kembali upaya pembunuhan Hitler.

Ada beberapa konspirator yang mendukung Kolonel Stauffenberg dalam misi ini, yaitu kolonel jenderal Ludwig Beck, Mayor Jenderal Henning von Tresckow, kolonel Jenderal Friedrich Olbricht , dan beberapa perwira tinggi lainnya. Bahkan, panglima tertinggi , Erwin Rommel yang juga merupakan salah satu komandan paling bergengsi di Jerman, juga turut setuju dengan para konspirator bahwa Hitler harus disingkirkan dari kekuasaan, tetapi ia memandang pembunuhan adalah sesuatu yang menjijikkan sehingga ia tidak mengambil bagian aktif dalam upaya pembunuhan ini.

Percobaan pembunuhan ini terjadi pada pagi hari tanggal 20 Juli. Kolonel Stauffenberg dan ajudannya Letnan Haeften mendarat di Bandara Rastenburg, dekat Wolfsschanze,untuk mengikuti konferensi militer yang Hitler adakan saat itu. Stauffenberg turun menenteng tas berisi dokumen, sedangkan Haeften membawa tas berisi bom.

Ketika sampai di tempat pertemuan, keduanya masuk ke ruang ganti pakaian dan di ruang ganti tersebut, keduanya menata ulang isi koper untuk mempersiapkan bom. Pada saat itu ,penjaga di luar meminta Stauffenberg untuk bergegas karena rapat bersama Hitler akan segara dimulai. Menurut sejumlah sumber, karena diburu-buru, Stauffenberg  agak kesulitan dalam mempersiapkan bom karena tangannya hanya satu dan cacat, akhirnya satu bom berhasil diaktifkan dan disetting untuk meledak dalam waktu sekitar 15 menit. Ketika penjaga akhirnya mengetuk dan langsung masuk ke ruang ganti tersebut, 1 bom aktif tersebut telah dimasukkan ke dalam koper kerja Kolonel Stauffenberg.

Dengan tenang Kolonel Stauffenberg masuk ke dalam ruangan rapat dan mengambil tempat yang posisinya ada di dekat Hitler. Stauffenberg menaruh koper yang berisi bom aktif tersebut di bawah meja dekat posisi Hitler.

Seperti yang telah direncanakan beberapa menit setelah ada di ruang rapat, anggota kelompok Stauffenberg memberikan panggilan telepon dan Stauffenberg meminta izin keluar ruangan untuk menerima panggilan telepon tersebut. Menurut informasi, pada saat ia keluar ruangan tas kopernya sempat dipindahkan oleh Kolonel Brandt dari posisinya semula.

Pada pukul 12.42 bom meledak, menghancurkan ruang konferensi dan membunuh seorang stenografer. Lebih dari 20 orang terluka dengan tiga petugas yang tewas. Hitler selamat, celana panjangnya hangus dan compang-camping, ia menderita gendang telinga yang berlubang dan beberapa luka ringan. Dia bahkan cukup sehat untuk membuat janji dengan Benito Mussolini pada sore yang sama, dan memberi sang diktator Italia sebuah tur ke lokasi di mana ledakan itu terjadi.

Setelah bom meledak, Stauffenberg, yang meyakini bahwa Hitler sudah mati, terbang ke Berlin untuk memulai Operasi Valkyrie, sebuah rencana untuk menggunakan pasukan cadangan Jerman untuk melakukan pemberontakan terhadap rezim Nazi.

Namun, tanpa konfirmasi resmi tentang kematian Hitler, rencana itu terhenti. Ketika berita datang bahwa Hitler masih hidup, Jenderal Friedrich Fromm, komandan tentara cadangan dan seseorang yang memaafkan Plot Juli, menyatakan kepada seluruh komplotan bahwa persekutuannya dengan mereka ditutup.

Untuk melindungi dirinya sendiri, Fromm pun membuat pengumuman bahwa ia akan mengadakan pengadilan militer singkat dan memvonis mati empat perwira, Kolonel Mertz, Jenderal Olbricht, Kolonel Stauffenberg , dan letnan ini Haeften. Keempat orang itu segera digiring keluar gedung. Haeften membantu membopong Stauffenberg yang terluka. Mereka diminta berbaris menghadap dinding. Bersamaan dengan itu, lampu mobil patroli dinyalakan untuk menerangi tempat eksekusi. Satu per satu mereka dieksekusi mati. Sesaat sebelum Stauffenberg ditembak, ia berteriak lantang, “ Hidup Jerman yang bebas”.

Sebagai akibat Plot 20 Juli, kepala staf yang baru, Heinz Guderian, menuntut pengunduran diri tiap pejabat yang tak sungguh-sungguh mendukung cita-cita Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei.

Diperkirakan ada sekitar 4.980 orang Jerman yang dihukum mati setelah Plot 20 Juli. Hitler memutuskan bahwa  para pemimpin harus mengalami proses kematian yang lambat. Mereka digantung dengan kawat piano yang di sangkutkan di cantelan daging. Hukuman mati mereka difilmkan dan kemudian ditampilkan di hadapan para anggota senior NSDAP dan Angkatan Bersenjata Jerman.

Source :

https://id.wikipedia.org/wiki/Plot_20_Juli

https://www.history.com/topics/world-war-ii/july-plot

https://www.britannica.com/event/July-Plot

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.