Fakta Menarik Perang Badar

History Mei 07, 2020

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/12/04/33056c5c-0384-4de0-b3bb-fc11212c223b_169.png?w=700&q=90

Perang Badar adalah pertempuran antara umat Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW melawan kaum Musyrikin Quraisy yang dipimpin Amar bin Hisyam alias Abu Jahal di Lembah Badar (Makkah)Yang berlangsung pada 13 Maret 624 M (Bertepatan dengan 17 Ramadhan) di daerah Hijaz Arabia barat atau Arab Saudi.

Ada beberapa penyebab Perang Badar yang sangat mendasar, seperti sering terjadinya teror, penindasan dan perampasan rumah serta harta, bahkan hingga pengusiran kaum muslimin di wilayah tersebut (Kota Makkah). Selain itu, Kaum Quraisy juga mendzalimi, menyiksa dan mengambil barang dagangan kaum muslimin, sehingga Perang Badar ini terjadi untuk memberikan pelajaran atau pembalasan terhadap kaum Quraisy karena kekejamannya dan agar mereka mengganti harta benda milik kaum muslim.

Lokasi Perang Badar terletak sekitar 113 kilometer dari Madinah dan sekitar 161 kilometer melalui jalan darat. Dibutuhkan lebih dari satu jam dan 45 menit untuk mencapai Badar dengan mobil. Dan pada masa Nabi Muhammad, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasinya.

Nabi bersama para sahabatnya keluar dari Madinah pada tanggal 12 Ramadhan tahun 2 H. Beliau tidak mewajibkan setiap kaum muslimin untuk ambil bagian menuju Badar. Karena keberangkatan ini hanya bertujuan menyergap kafilah Quraisy bukan untuk berperang. Namun sayang, rencana ini berhasil diketahui Abu Sufyan. Ia pun mengubah rute kafilahnya.

Penyergapan gagal. Kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb berhasil melarikan diri. Malah Quraisy berbalik melakukan persiapan matang untuk berperang. Mereka hendak memberi pelajaran kelompok kecil kaum muslimin agar orang-orang se-Jazirah Arab jangan pernah meremehkan Quraisy. Begitu kata Abu Jahal.

Pada Jumat pagi itu selepas malamnya turun hujan lebat di Lembah Badar, pasukan Islam siap berperang melawan tentara Quraisy. Sempat terjadi kegaduhan di barisan tentara Islam. Maklum mereka hanya terdiri dari 313 prajurit dengan 8 senjata pedang, 70 unta, dan 2 ekor kuda. Sementara tentara Quraisy jumlahnya 1.000 lebih dengan persenjataan lengkap, yakni 600 pedang, 300 ekor kuda, dan 700 ekor unta. Perang Badar berlangsung tak seimbang.

Rasulullah SAW nampak beberapa kali keluar masuk tendanya. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib ini mengatur posisi pasukan Islam secara detail. Tak ada satupun tentara Islam melanggar instruksi Nabi Muhammad.

Beberapa saat kemudian, Sang Penghulu Rasul dan Nabi itu masuk ke dalam tenda ditemani Abu Bakar Ash Shidiq. Di dalam tenda, tak henti-hentinya Rasulullah berdoa memohon pertolongan dari Allah SWT. Sebab jika hanya bergatung pada kekuatan, tentara Islam sulit memenangkan Perang Badar. Jumlah pasukan Quraisy 3 kali lipat tentara Islam.

Nabi duduk khusyuk bermunajat kepada Rabbnya. Memohon pertolongan kepada Maha Penolong. Beliau ﷺ berdoa:

“Ya Allah, penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini.” (HR. Muslim no 1763).

Dalam riwayat lain,

“Ya Allah, Inilah Quraisy. Mereka datang dengan segala kesombongan dan kebanggaan mereka. Mereka menantang-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, kurniakan kemenangan yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, binasakanlah mereka pada pagi ini.” (Sirah Ibnu Hisyam: 3/164).

Nabi Muhammad berdoa memohon hingga kain sorban beliau terjatuh dari pundaknya sangking begitu tingginya beliau mengangkat tangannya ke arah langit. Melihat keadaan demikian, Abu Bakar merasa tak sampai hati. Ia taruh kembali sorban Nabi di atas pundaknya dan mendekapkannya. Kemudian Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi Allah, munajatmu kepada Rabbmu telah mencukupi. Dia pasti memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu”.

Nabi pun keluar dari tendanya, kemudian membacakan firman Allah,

“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” (QS:Al-Qamar | Ayat: 45).

Perang besar pertama ini pun dimenangkan oleh kaum muslimin. 70 orang-orang musyrik tewas di medan Badar. Di antara mereka adalah tokoh-tokoh Quraisy. Seperti: Abu Jahal, Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, Umayyah bin Khalaf, al-Ash bin Hisyam bin al-Mughirah. Dari pihak kaum muslimin, 14 orang menemui syahidnya. 6 orang Muhajirin. Dan 8 orang Anshar.

Perang Badar disinggung dalam beberapa ayat dalam Alquran, disebutkan namanya adalah Surah Ali Imran ayat 123-126. (Salah satu ayatnya berbunyi “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” Alquran Surah Ali Imran 123).

Disebutkan juga masih didalam surah Ali Imran, 5.000 malaikat membantu kaum Muslim meraih kemenangan atas kaum Quraisy yang lebih siap dalam hal persenjataan, unta, dan kuda perang. Allah berfirman dalam Alquran:

“Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Alquran Surah Ali Imran 125).

Kemenangan ini benar-benar berdampak positif terhadap kaum muslimin. Ini merupakan ‘hadiah’ dari Allah atas kesabaran orang-orang yang beriman. Orang-orang Arab pun segan terhadap negara Madinah. Sebagaimana juga orang-orang Quraisy tidak lagi meremehkan kaum muslimin dan terus-menerus menganggap mereka lemah.

-Fatma.

Source :

https://www.matamatapolitik.com/listicle-historical-6-fakta-menarik-perang-badar-yang-penting-diketahui/

https://kisahmuslim.com/5119-17-ramadhan-perang-badar.html

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.