Mengenal Mehran Nasseri, Pria Yang Terjebak di Airport Selama 18 Tahun

Knowledge Apr 21, 2020

Hallo KUMans…

Ketemu lagi dengan ngadmin Anhar. Kelean pasti kangen ya, setelah kemarin ngadmin sempat menghilang dari time line :)

Oke, bagi kamu yang udah pernah nonton film “The Terminal” mungkin udah gak asing lagi dengan kisah  seorang laki-laki asal Iran yang harus hidup di bandara Paris selama 18 tahun.

Uniknya, pria yang bernama Mehran Karimi Nasseri atau dikenal juga Sir Alfred tinggal di bandara bukan sebagai petugas Airpot, melainkan sebagai pengungsi.

Mehran mulai tinggal di Terminal Satu  bandara Charles de Gaulle Paris, Prancis sejak 8 Agustus 1988 hingga  tahun 2006 karena ia harus dilarikan ke rumah sakit.

Cerita ini bermula saat Mehran Nasseri  yang baru belajar di Inggris diusir dari Iran pada tahun 1977 karena melakukan unjuk sara terhadap Shah (Raja) Iran, Mohammad Reza Pahlavi.

Setelah diusir, Mehran Nasseri pergi ke Eropa untuk melamar sebagai pengungsi. Namun sayangnya, hal ini ditolak berulang kali selama hampir empat tahun.

Kemudian pada tahun 1981, Dia menerima status pengungsi dari United Nations High Commissions for Refugees (UNHCR) di Belgia, dimana Ia memiliki ijin sebagai warga negara Eropa.

Nasseri akhirnya memutuskan untuk menetap di Inggris dengan harapan dapat menemukan kerabatnya di sana karena Ibunya yang berasal dari Inggris.

Dalam perjalanannya ke Inggris,  tepatnya pada tahun 1988 tas kerjanya yang berisi dokumen-dokumen pengungsiannya dicuri di sebuah stasiun kereta, di Paris.

Sebenarnya, Ia sempat terbang sampai Bandara Heathrow. Namun sesampainya di sana, saat diperiksa oleh petugas,  Nasseri tidak bisa menunjukan passpor dirinya. Akhirnya oleh petugas setempat  Ia dikirim kembali ke Charles de Gaulle.

Nah, sejak saat itulah Nasseri mulai tinggal di Bandara Charles de Gaulle selama 18 tahun. Sedangkan untuk makan, Nasseri biasanya mendapatkan pemberian dari orang lain, termasuk petugas bandara.

Selama tinggal di sana, Nasseri menghabiskan waktunya untuk membaca, menulis diary, belajar ekonomi, dan menerima kunjungan dari para jurnalis.

Setelah Nasseri keluar dari rumah sakit 2006 silam, Ia ditemui anggota cabang Palang Merah Prancis. Ia diizinkan tinggal beberapa minggu di sebuah hotel dekat bandara. Tanggal 6 Maret 2007, ia dipindahkan ke pusat penerimaan amal Emmaus di arondisemen ke-20 Paris. Per 2008, Nasseri masih tinggal di sebuah tempat penampungan di Paris.

Kisah Nasseri telah dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul The Terminal Man, yang juga diadaptasi ke dalam film yang diperankan oleh Tom Hanks dan disutradarai oleh Steven Spielberg berjudul The Terminal.

Jadi, buat kelean yang lagi #DiRumahAja, gak usah ngeluh. Karena ada orang yang menghabiskan waktunya, selama hampir 2 dekade di bandara untuk membaca, menulis, belajar ekonomi dan sesekali menerima kunjungan dari jurnalis.

Source :

https://www.snopes.com/fact-check/stranded-at-the-airport/

https://www.theguardian.com/film/2004/sep/06/features.features11

https://kumparan.com/lampu-edison/tinggal-di-airport-selama-18-tahun-1504606525406

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.