Makmum Ragu Sudah Membaca Al-Fatihah atau Belum, Bagaimana Seharusnya?

Knowledge Mei 07, 2020

Hallo gaes…

Ketemu lagi dengan ngadmin Anhar.

Pada kesempatan kali ini, ngadmin akan membahas tentang fiqih shalat. Tujuannya, agar ibadah kita (muslim) di bulan Ramadhan ini yang awalnya belum tepat bisa diperbaiki :)

Menurut mazhab Syafi’i, ketika menjalankan shalat, baik wajib maupun sunnah, sendirian (munfarid) ataupun berjamaah,  masing-masing orang harus membaca Surat al-Fatihah dalam setiap rakaatnya. Karena ia merupakan salah satu rukun qauli yang harus dibaca dengan standar minimal mushalli (orang shalat) sendiri bisa mendengarkan suaranya sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah :

" Tidak ada shalat untuk orang yang tidak membaca Al - Fatihah ."  (HR. Al-Bukhari, no. 756 dan Muslim, no. 394).

Juga dalam hadist :

" Barangsiapa yang melaksanakan shalat dan tidak membaca Al - Fatihah diimplementasikan, maka shalatnya itu kurang ." Perkataan ini diulang sampai tiga kali. (HR. Muslim, no. 395) ( Al-Ma u su'ah Al-Fiqhiyyah , 32/9)*.

Mungkin, saat menjadi makmum shalat, kita pernah sedang  dalam keadaan tidak konsentrasi penuh. Sehingga ketika Imam sudah ruku’, kita baru tersadar dari lamunan dan muncul perasaan ragu, apakah kita sudah benar-benar membaca surat Al-Fatihah atau belum? Lalu, bagaimana sikap yang harus kita lakukan? Apakah shalat kita menjadi batal karena tidak membaca Al-Fatihah?

Dalam masalah keragu-raguan, fiqih selalu mengambil titik paling aman. Jika ada pertanyaan ‘sudah membaca Al-Fatihah atau belum?’ secara legal fiqih akan menjawab “belum”. Pijakan ini sesuai dengan kaidah :

“Pada dasarnya, suatu hal itu tetap berada pada status sebelumnya” (Jalaludin As-Suyuthi, Al-Asybah wan Nadzair, [DKI: 1990], hlm. 51).

Lalu, bagaimana sikap yang harus kita lakukan?

Jika keraguan ini muncul sebelum ruku’, maka kita harus tetap membaca Al-Fatihah dengan batas waktu sampai imam sujud kedua.  —3 rukun panjang, yaitu ruku’, sujud pertama, sujud kedua. Sedangkan I’tidal dan duduk di antara dua sujud disebut rukun pendek— Hal ini sesuai dengan pernyataan Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nihayatuz Zain :

“Barangsiapa yang ragu saat ia belum melaksanakan ruku’, namun imamnya sudah terlanjur ruku’, apakah dia tetap harus membaca al-Fatihah atau tidak? (Jawabnya), maka dia harus menahan shalatnya dahulu (dalam keadaan berdiri), ia diberi toleransi sampai tiga rukun panjangnya imam” (Syekh Nawawi al-Bantani, Nihayatuz Zain, [Beirut: Darul Fikr], hlm. 125).

Namun, saat makmum membaca Al-Fatihah tadi melebihi batas waktu, misalnya sampai imam berdiri untuk melakukan rakaat berikutnya, maka shalatnya makmum tersebut menjadi batal.

Solusinya, jika terpaksa tidak cukup waktu, makmum bisa niat memisahkan diri dengan imam apabila dirasa waktunya tidak cukup. Yang penting tidak membatalkan shalat di tengah-tengah begitu saja :(

Tapi, bagaimana jika keraguan tersebut muncul saat kita sudah ruku’ dan imam juga sudah ruku’?

Syekh Nawawi melanjutkan kembali, dalam kitabnya:

“Apabila keraguan makmum tersebut muncul setelah ia sudah ruku’ dan imamnya juga sudah ruku’, maka bagi makmum dilarang balik lagi berdiri untuk membaca al-Fatihah, namun ia harus menjalankan shalat sesuai imamnya, kemudian setelah imam selesai, ia menambah rakaat sesuai hitungan jumlah berapa rakaat yang ia ragukan.” (Syekh Nawawi, Nihayatuz Zain¸ hlm. 51).

Semoga setelah membaca ini, kita dapat memperbaiki ibadah kita ya guys…

Agar lebih mesra, jangan lupa join dengan group kita ya guys!!! [https://web.facebook.com/groups/457575311863368]

Source:

https://islam.nu.or.id/post/read/117063/makmum-ragu-sudah-baca-al-fatihah-atau-belum--bagaimana-seharusnya-

https://www.dakwah.id/lupa-membaca-al-fatihah-saat-shalat/

https://islamqa.info/id/answers/13498/jika-seorang-imam-atau-makmum-lupa-membaca-al-fatihah-maka-apa-yang-harus-ia-lakukan

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.