Kisah Qabil dan Habil ; Pembunuhan Pertama di Bumi

History Mei 12, 2020
https://www.selipan.com/wp-content/uploads/2016/04/Thanksgiving-Crows-httpinhfblog.org-.jpeg

Sejak peristiwa penolakan iblis untuk bersujud di hadapan nabi Adam dan yang menyebabkan iblis di usir dari surga, membuat iblis bersumpah akan menyesatkan Adam dan keturunannya. Iblis berhasil menunaikan dendamnya ketika Adam dan Hawa tergoda memakan buah Khuldi di surga. Akibatnya, pasangan manusia pertama itu diturunkan ke dunia.

Di bumi, pasangan Adam dan Hawa di anugerahkan anak kembar laki - laki dan perempuan yaitu Qabil dan Iqlimah. Kehamilan kedua juga melahirkan anak kembar laki - laki dan perempuan yaitu Habil dan Labudah. Setelah masa berlalu sekian lama, Allah memerintahkan nabi Adam mengawinkan anak - anaknya. Qabil akan dikawinkan dengan Labudah, sementara Habil akan dikawinkan dengan Iqlimah. Qabil menolak dipasangkan dengan Labudah, karena dia mau dengan Iqlimah kembarannya sendiri yang lebih cantik.

Adam as. Menyerahkan hal itu kepada Allah swt. , lalu mereka diperintahkan menyediakan korban. Barangsiapa yang diterima korbannya maka dia akan diberikan hak untuk menentukan jodohnya sendiri. Habil dengan penuh keikhlasan mengurbankan ternaknya yang terbaik kepada Allah, sementara Qabil hanya menyediakan ternaknya yang paling rendah mutunya.

Kisah mereka disebut dalam surat al - Maidah ayat 27 :

“ Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam ( Habil dan Qabil ) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu !’ Berkata Habil, ‘ Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang - orang yang bertakwa’.”

Habil telah memenuhi ciri-ciri hamba yang bertakwa. Berbeda dengan Qabil, yang amat tidak puas hati dengan ketetapan Ilahi. Lalu iblis mendatangi Qabil.

Jika di surga iblis berhasil membujuk Adam dan Hawa memakan buah khuldi, Qabil pun dipengaruhi untuk menumpahkan darah saudaranya sendiri. Qabil bersikukuh untuk membunuh Habil. Habil sedikitpun tidak gentar, malahan sebaliknya, dia mengingatkan Qabil betapa besarnya dosa dan azab neraka.

Peringatannya  kepada Qabil diterangkan dalam surat al- Maidah ayat 28-29 :

“ Sungguh kalau kamu mengerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

Qabil enggan menerima ketentuan Allah yang melarang membunuh saudaranya sendiri. Iblis lalu mengambil kesempatan. Ia membuat bisikan beracun kepada Qabil, yaitu Habil mesti dibunuh. Qabil hilang pertimbangan. Kewarasannya hilang diselubungi kejahilan. Qabil menemui kesempatan yang dicari-cari ketika Habil sedang nyenyak tidur. Qabil mengambil batu besar dan menghempaskannya ke atas kepala Habil, lalu berakhirlah riwayat Habil. Itulah tragedi pertama dalam sejarah pemnbunuhan manusia di muka bumi.

Disebutkan di dalam al- Qur’an peristiwa berdarah itu dan bagaimana Qabil kebingungan, tidak tahu apa yang akan dilakukannya terhadap mayat adiknya. Qabil mengusung mayat saudaranya kemana saja dia pergi hingga dengan takdir Allah dia menyaksikan pertarungan dua ekor gagak. Pertarungan itu mengakibatkan seekor daripadanya terbunuh. Qabil memperhatikan perlakuan burung gagak yang menguburkan mayat lawannya yang mati. Burung itu menggali tanah dengan paruh dan kakinya hingga terbentuk lubang, lalu memasukkan mayat lawannya ke liang yang di gali itu.

Peristiwa itu mengajarkan kepadanya bagaimana mengurus mayat saudaranya, Habil. Al- Qur’an mengabadikan peristiwa itu dalam surat al- Maidah ayat 30-31 ;

“Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.” .

Kisah mereka memberikan pelajaran yang penting bagi kita, betapa manusia selalu lupa akan permusuhannya yang sejati dengan iblis. Manusia seringkali gelap mata dan tertipu oleh rayuan iblis sehingga rela membunuh antar sesama manusia yang tidak lain adalah saudaranya sendiri.

Source :

http://www.hajij.com/id/the-noble-quran/item/846-tafsir-al-quran-surat-al-maidah-ayat-27-31-

https://id.wikipedia.org/wiki/Qabil_dan_Habil

https://konsultasisyariah.com/23872-bagaimana-iblis-menggoda-adam-sementara-dia-telah-diusir-dari-surga.html

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.