Ikigai: Rahasia Hidup Bahagia yang Banyak Disalahpahami

Knowledge Jun 15, 2020

Hulaa KUMans!

Admin mau tanya dong..

Menurut kalian hidup bahagia itu seperti apa sih?

Emangnya kenapa min?

Hmm, nggak. Mau mastiin aja kalo hidup bahagia itu kaya hidup yang sekarang aku jalani sama kamu. Hehe. #Bucindetected

Setiap orang pasti punya jawaban yang berbeda ketika ditanya tentang definisi hidup bahagia. Meskipun banyak juga yang menggeneralisasikan definisi hidup bahagia itu ketika kita bisa mendapatkan apapun yang kita mau dalam hidup. Kaya, sukses, berbakat, dan dapat merubah dunia. Terdengar sempurna, kan? Padahal itu tidak begitu realistis dan bukan satu-satunya yang dapat memberi makna bahagia pada hidup.

Ada sebuah konsep dari Jepang mengenai pemaknaan hidup bahagia yang disebut dengan Ikigai. Pernah mendengar istilah tersebut? Jika iya, apakah yang kalian ketahui itu adalah tentang diagram venn rumus mencari Ikigai?

Jika iya lagi, maka dengan berat hati harus mimin katakan kalau itu bukanlah konsep ikigai yang sebenarnya.

Diagram ikigai sebenarnya adalah interpretasi orang Barat terhadap konsep ikigai milik masyarakat Jepang.

http://impactivated.com/2019/05/19/impact-and-life-purpose-with-ikigai/

Jika diuraikan, diagram tersebut mencakup empat hal yang diklaim dapat membantu kita mendapatkan ikigai, diantaranya:

  1. Apa yang kamu sukai
  2. Apa yang dibutuhkan oleh dunia
  3. Apa yang membuatmu dibayar untuk itu
  4. Apa yang kamu kuasai

Keempat hal tadi akan membentuk irisan yang menggambarkan kondisi apabila kita sudah memiliki sebagian atau keseluruhan poin-poin tersebut.

Misalnya apa kondisi ketika kamu punya pekerjaan yang kamu sukai dan dapat bermanfaat bagi orang lain tapi kamu kurang menguasainya dan bayarannya tidak sesuai. Atau apa kondisimu ketika kamu memiliki pekerjaan yang kamu kuasai dan mendapatkan bayaran yang tinggi tapi kamu tidak menyukainya (baca:bukan passionmu) dan pekerjaan itu tidak membawa manfaat bagi orang lain.

Kamu baru bisa disebut mencapai atau menemukan ikigaimu apabila kamu mengerjakan sesuatu yang kamu sukai sekaligus kuasai serta mendapat bayaran yang sesuai dan pekerjaanmu memberikan kontribusi pada dunia.

Sekali lagi perlu admin tegaskan bahwa konsep tersebut tidak menggambarkan ikigai yang sebenarnya.

Kasarnya, coba aja tunjukan konsep diagram venn tersebut pada masyarakat Jepang, maka mereka tidak akan mengenali itu sebagai ikigai.

Kalo gitu, kenapa yang banyak dikenal justru malah konsep diagram tersebut?

Diagram venn yang terkenal itu, selain tidak menggambarkan makna Ikigai, sejak awal juga memang bukan dibuat untuk menggambarkannya.

Andreas Zuzunaga seorang penulis dan psychological astrologer asal Spanyol adalah orang pertama yang membuat diagram tersebut pada tahun 2011 untuk menjelaskan konsep purpose. Muncul pertama kali dalam buku Qué Harías Si No Tuvieras Miedo (What Would You Do If You Weren't Afraid?) oleh Borja Vilaseca pada tahun 2012.

Zuzunaga, Andres. Proposito. 2011, https://www.cosmograma.com/proposito.php

Hingga suatu ketika, diagram tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dan mulai digunakan oleh para HR manager dan life coaches sebagai gambaran sederhana untuk menemukan purpose/tujuan dalam kehidupan karir. Jadi awalnya diagram ini lebih mengarah pada bidang entrepreneurship saja.

Kalaupun diagram ini membuatmu terinspirasi, termotivasi, dan membuatmu bersemangat untuk bangun tidur di pagi hari, maka itu bagus. Teruskan menjadikan diagram ini patokan.

Tapi ingat, bahwa ini bukanlah interpretasi ‘sebenarnya’ dari ikigai.

Karena yang disebut dengan ikigai tidak terikat pada satu bidang saja, melainkan bisa dari aspek apapun. Bisa sesederhana kamu semangat bangun tidur untuk menikmati matahari terbit di belakang rumah, atau sesering kamu semangat pergi ke sekolah atau tempat kerja supaya bisa ketemu si dia. Si dia disini juga bisa berbagai hal, mulai dari gerbang sekolah, papan tulis, koridor yang banyak dihiasi bunga di sepanjangnya, atau si dia yang sering dikodein tapi gak peka-peka.

Terus gimana ceritanya diagram purpose ini malah dikenal sebagai diagram ikigai?

Usut punya usut, misinterpretasi ini berawal dari seorang blogger bernama Marc Winn. Jadi bisa dibilang dia ini adalah dalang atau biang keroknya nih.

Suatu hari Marc menonton sebuah episode TED Talk dari seorang pembicara bernama Dan Buetner yang berjudul How To Live 100+. Terinspirasi dari sana Marc kemudian menulis di blog pribadinya sebuah postingan yang diberi judul  "What's your ikigai?".

Kesalahan yang dia lakukan adalah mencantumkan terjemahan diagram purpose Zuzunaga dalam postingan tersebut, dengan mengganti kata ‘purpose’ menjadi kata ‘ikigai’.

Winn, Marc. Diagram Venn Ikigai . What's Your Ikigai?,http://theviewinside.me/what-is-your-ikigai/.

Sontak postingan blog tersebut menjadi viral dan gambar hasil modifikasinya itu telah dilihat oleh puluhan juta orang dari seluruh dunia dan mulai bermunculan ratusan—kalau tidak mau disebut ribuan—salinannya.

Lalu pada postingan terbarunya Marc mengakui bahwa diagram tersebut adalah hasil penggabungan materi Dan Buetner dan diagram purpose Zuzunaga, dengan mengubah satu kata dalam diagram, yaitu mengubah purpose menjadi ikigai.

Visualisasi Ikigai versi Marc ini secara positif telah memengaruhi ribuan orang, telah dilihat oleh jutaan orang, dibuat ulang oleh ratusan blogger, serta menjadi inspirasi penulisan buku dan dokumentasi. Jadi dengan mengesampingkan kesalahan Marc, diagram tersebut juga membawa dampak positif yaa, tapi tetap saja tidak mewakili ikigaia, karena ikigai yang sebenarnya memiliki makna lebih dari sekedar mencapai kesuksesan finansial.

Kenapa Ikigai tidak bisa digambarkan dengan diagram venn ini?

Sampai sini, diantara KUMans sekalian mungkin masih ada yang meyakini bahwa diagram ini cukup sesuai untuk menginterpretasikan konsep ikigai.

Mimin kasih tahu masalah sebenarnya dari diagram ini. Menerapkan ikigai pada diagram purpose menciptakan ilusi bahwa ikigai adalah suatu tujuan yang amat berat dan sulit untuk dicapai. Sementara pada kenyataannya, ikigai justru kebalikan dari itu – menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil, menghidupkan momen saat ini, merefleksikan kenangan indah masa lalu dan membentuk pola pikir bahwa setiap orang dapat memiliki kehidupan yang aktif dan bahagia. Bukan hanya tentang kesuksesan karir dan pencapaian finansial.

Setiap orang bisa punya lebih dari satu ikigai, bisa juga berubah sebagaimana kamu tumbuh dan berkembang, misalnya waktu muda lari maraton adalah ikigaimu, tapi begitu sudah lanjut usia, kesehatan fisik membuatmu tidak bisa lagi melakukannya. Akhirnya kamu mencari atau menemukan ikigai yang lain seperti pergi ke pantai, berjemur, memiliki hewan peliharaan, atau sesederhana melihat anak cucu bermain di halaman rumahmu.

Yang paling penting pada dasarnya ikigai dianggap sebagai proses menumbuhkan potensi batin seseorang. Jadi ikigai lebih condong pada sisi spiritual dibanding pencapaian fisik semata. Bisa saja kamu sudah menemukan ikigaimu, kamu hanya perlu waktu untuk rehat sejenak dan menyadarinya.

Jadi, Ikigai….

Bukan tentang menghasilkan uang

Bisa saja ikigaimu adalah membuat sesuatu yang menghasilkan uang seperti membuat kerajinan tangan atau berwirausaha. Tapi fokus ikigai bukan pada hasilnya melainkan pada kondisi batinmu yang merasa bahagia saat prosesnya berlangsung. Sebuah studi bahkan menunjukan bahwa hanya 31% orang Jepang yang mengaku memiliki ikigai yang menyebutkan pekerjaan sebagai ikigainya.

Bukan tentang apa yang dibutuhkan dunia darimu

Ikigai terletak di ranah komunitas, keluarga, pertemanan, dan peran lain yang kamu perankan. Jadi kamu disebut menemukan ikigai, bukan pada saat kamu memberikan kontribusi pada dunia, seperti menyelamatkan bumi dari serangan Adudu misalnya. Tapi lebih kepada hubungan dengan orang-orang yang memberi makna dalam hidupmu.

Bukan tentang hal-hal yang kamu kuasai

Kamu tidak perlu menguasai apapun untuk menemukan ikigai. Ikigai bisa berupa kebiasaan sehari-hari atau saat kamu menemukan hobi baru. Ikigai lebih tentang rutinitas dan pertumbuhan daripada penguasaan.

Tidak selalu tentang apa yang kamu sukai

Ikigai bisa saja sesuatu yang kamu sukai atau sesuatu yang merupakan passionmu. Tapi ikigai juga bisa kamu temukan dari hal-hal yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehmu akan menemukannya disana. Kicauan burung saat kamu bangun tidur, suara decitan pintu, tetesan air dari selang sehabis menyiram tanaman dan lain sebagainya. Karena ikigai lebih tentang menghayati nilai-nilai hidup dan menemukan makna serta tujuan dalam kehidupan sehari-hari terlepas dari kendala apa yang mungkin kamu miliki.

Lalu apa sebenarnya Ikigai menurut orang Jepangnya sendiri?

Waktu mimin mencari tahu tentang ikigai dari internet, kebanyakan sumbernya ditulis atau dibagikan oleh orang non-Jepang dengan membahas ikigai menggunakan diagram venn yang dari awal sudah kita bahas.

Bahkan buku paling populer yang membahas tentang ikigai, IKIGAI - The Japanese Secret to a Long and Happy Life ditulis oleh dua penulis non-Jepang, Hector Garcia dan Francesc Miralles dan masih memasukkan diagram modifikasi Marc Winn di dalamnya. Sehingga pantas jika makna ikigai semakin melenceng dari makna sesungguhnya.

Ken Mogi dalam bukunya The Little Book of IKIGAI menyebutkan bahwa Ikigai adalah istilah Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Kata itu secara harfiah terdiri dari kata “iki” berarti untuk hidup dan “gai” berarti nilai atau alasan. Penjelasannya kurang lebih seperti yang sudah mimin jelaskan diatas.

Jadi, secara singkat Ikigai dapat disebut sebagai sesuatu yang membuat kamu tetap ingin hidup, dari hal paling sederhana sampai yang paling istimewa. Ikigai juga yang membuatmu tidak berat untuk bangun di pagi hari, yang membawamu keluar dari kepasifan dan menjalani kehidupan yang aktif dan bahagia.

-Eva-

Sumber :

Mogi, Ken. 2017. The Little Book of IKIGAI. diterjemahkan oleh: Nuraini Mastura. Jakarta: PT Mizan Pustaka

https://ikigaitribe.com/ikigai/ikigai-misunderstood/

https://medium.com/mind-cafe/ikigai-the-most-misunderstood-secret-to-a-happy-life-5b47df466f1c

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.