Hypophrenia, Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasinya

Knowledge Mei 09, 2020

Menangis akibat motong bawang merah memanglah epic, tapi pernah enggak sih kalian tiba - tiba menangis dan merasa sedih tanpa alasan yang jelas ? Nah, dalam dunia psikologi kondisi ini dinamakan Hypophrenia.

Eittss, tapi tunggu dulu. Buat sobat Uarnix yang sering menangis atau merasa sedih secara tiba - tiba bukan berarti kalian bisa langsung mendapat label Hypophrenia. Kuy simak dulu penjelasan mimin mengenai kondisi Hypophrenia!

Apa itu Hypophrenia ?

Menurut seorang psikolog Rena Masri M.Psi, Hypophrenia adalah kondisi gangguan mental yang dialami oleh seseorang yang sering menangis dan merasa sedih secara tiba - tiba tanpa adanya alasan jelas yang melatar belakanginya.

Tapi kondisi Hypophrenia ini berbeda dengan gangguan bipolar, dimana penderita Hypophrenia hanya mengalami kondisi sedih secara mendadak sedangkan bipolar berlaku untuk sedih maupun senang. Artinya, bipolar memiliki dua fase sedangkan Hypophrenia hanya ada satu fase saja.

Nah, mimin bakal jelasin sedikit mengenai beberapa penyebab seseorang bisa mengalami Hypophrenia :

1. Rasa khawatir yang berlebihan

Biasanya perasaan khawatir atau cemas yang berlebihan dapat membuat seseorang mengalami insomnia dan penurunan nafsu makan yang dapat mengakibatkan keletihan pada tubuh dan memicu gangguan pada fungsi otak dan mental sehingga seseorang akan merasa sedih dan menangis tanpa alasan yang jelas.

2. Pengaruh hormon

Jangan terkejoed bila sebagian besar penderita Hypophrenia adalah ciwi ciwi. Pasalnya, wanita sering mengalami perubahan maupun gangguan pada hormon mereka, seperti perubahan hormon akibat pramenstruasi, kehamilan, pil KB, maupun kondisi pasca kehamilan.

Namun, kaum adam pun bisa juga mengalami gangguan hormon jika sering mengkonsumsi obat hormon tertentu.

3. Efek trauma yang mendalam

Trauma tersebut bisa terkait dengan kenangan masa lalu yang sangat pahit seperti kekerasan maupun kehilangan seseorang yang paling berharga

4. Penyakit saraf atau kemunduran fungsi otak

Kondisi seseorang yang mengalami Pseudobulbar Affect, Dementia, Alzheimer, dan Parkinson juga diduga dapat menyebabkan orang tersebut mengalami Hypophrenia.

Sedangkan kondisi kemunduran fungsi otak sering dialami kaum lansia yang disebabkan kematian sel - sel pada otak sehingga mereka sering mengalami Hypophrenia dan marah - marah ala anak kecil atau ngambek

Lalu apa saja gejala yang dialami penderita Hypophrenia ?

• Mereka sering merasa sedih secara tiba - tiba diikuti dengan meneteskan air mata tanpa disadari

• Perubahan suasana hati, tutur kata, dan perilaku

• Suasana hati seseorang yang sedang mengalami Hypophrenia seketika akan buruk sehingga membuat orang disekitarnya merasa tidak nyaman ketika ingin mengajaknya berbicara

• Penderita Hypophrenia biasanya menjadi ketus ketika diajak bicara atau malah pergi menyendiri dan marah - marah bila dipaksa berinteraksi ketika badmood

Bagaimana cara kita bisa mengatasi kondisi Hypophrenia ?

Cara yang paling bisa segera dilakukan adalah dengan berbagi. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak seharusnya menyimpan permasalahan sendiri.

Kalian bisa berbagi cerita kepada teman, sahabat, keluarga, psikiater atau sama mimin juga boleh sini sini~

Langkah selanjutnya kalian harus menerima hal - hal yang menjadi penyebab kesedihan tersebut. Menerima bahwa tidak semua hal dapat berjalan sesuai yang kamu inginkan.

Perlu diingat! Bahwa bahagia merupakan sebuah pilihan, sehingga jika kamu terus berkutat dengan masalah yang terjadi maka kamu tidak akan merasa bahagia.

-Lutfi

Source :

https://journal.sociolla.com/lifestyle/mengenal-hypophrenia/

https://dosenpsikologi.com/hypophrenia

https://www.halodoc.com/hypophrenia-menangis-tanpa-alasan-yang-perlu-diketahui

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.