Holocaust, Fakta atau Hoax?

History Apr 17, 2020

Holocaust Memorial.
Holocaust Memorial di Berlin, Jerman.

Pada tanggal 27 Januari lalu, dunia Internasional memperingati peristiwa Holocaust yang biasa disebut “Hari Peringatan Internasional untuk Mengenang Korban-korban Holocaust”. Dalam kesempatan kali ini,kita bakalan bahas Holocaust secara singkat dan mudah buat kalian pahami ya teman-teman.

Holocaust, yang juga di kenal dengan nama-nama berikut ; Khurbn atau Halokaust (bahasa Yiddi), Ha-Shoah (bahasa Yahudi), Porajmos (bahasa Romania), Calopalenie atau Zaglada (keduanya dalam bahasa Polandia), adalah nama-nama yang digunakan untuk mendeskripsikan genocide (pemusnahan suatu kelompok bangsa secara teratur) kelompok-kelompok minoritas di Eropa dan Afrika Utara pada Perang Dunia II oleh Nazi Jerman dan kaki tangan mereka dibawah pimpinan Adolf Hitler.

Holocaust memiliki karakteristik sebagai usaha yang efisien dan sistematis dengan skala industri (besar) untuk mengumpulkan dan membunuh sebanyak mungkin orang, dengan menggunakan semua akal dan teknologi yang tersedia bagi Nazi. Pembunuhan lawan-lawan politik tidak dapat terhindarkan, Hitler tidak pandang bulu dalam misi nya menghabisi rakyat Yahudi.

Akan tetapi, pembunuhan massal awal oleh pasukan-pasukan Jerman terhadap ribuan orang Yahudi dengan cara menembak rakyat-rakyat sipil yang tidak bersalah itu ternyata menyebabkan perasaan tidak nyaman dan memberi pengaruh buruk bagi psikologi tentara-tentara Jerman. Sehingga pada akhirnya pemerintahan Nazi Jerman memutuskan untuk menciptakan metode-metode yang lebih mekanis, dimulai dengan eksperimen-ekperimen dengan alat-alat peledak dan racun-racun.

Beberapa contoh strategi Nazi dalam mencari cara untuk membunuh kaum-kaum Yahudi adalah salah satunya dengan menggunakan pasien-pasien mental dari Rumah Sakit Minsk di Belarusia sesaat setelah merek berhasil menduduki wilayah itu pada tahun 1941. Pada mulanya mereka mencoba untuk menembak pasien-pasien mental ini dengan membuat mereka berdiri dengan pundak mereka berhadapan sehingga beberapa orang dapat dibunuh dengan hanya satu peluru. Namun prosedur ini sangat lamban. Kemudian mereka mencoba menggunakan dinamit, namun hanya beberapa yang tewas dan kebanyakan terluka dengan tangan dan kaki mereka yang buntung sehingga pasukan Jerman harus menghabisi nyawa mereka dengan senapan mesin.

Di Mogilev, mereka mencoba menggunakan Gaswagen atau “mobil gas” (gas car) dan pada musim semi 1942, pasukan Jerman menggunakan gas karbon monoksida di kamp Aktion Reinhard,dikamar-kamar gas (gas chambers) di Belzec, Sobibor, dan Treblinka, sedangkan di Majdanek dan Auschwitz kamar-kamar gas menggunakan gas Zyklon B. Ratusan mayat-mayat yang telah mati akibat gas beracun ditumpuk kemudian dibakar ditungku-tungku pembakaran.

Holocaust secara geografis tersebar luas dan secara sistematis dilaksanakan di semua area-area Nazi dimana orang-orang Yahudi dan korban-korban lainnya yang diincar dari negara-negara yang sekarang adalah 35 negara Eropa yang terpisah-pisah, dikirim ke kamp-kamp kerja paksa (labor camps) dibeberapa negara atau ke kamp-kamp pemusnahan (extermination camps) lainnya. Pembunuhan massal terparah terjadi di Eropa Tengah dan Timur, yang menyebabkan kematian 7 juta orang Yahudi pada tahun 1939. Kira-kira orang Yahudi dibunuh disana termasuk 3 juta jiwa yang berada di Polandia dan lebih dari 1 juta jiwa di Uni Soviet. Ratusan ribu juga meninggal di Belanda, Prancis, Belgia,Yugoslavia, dan Yunani. Pembantaian ini terus berlanjut di daerah-daerah berbeda yang di kuasai Nazi hingga akhir Perang Dunia II, dan baru benar-benar berakhir ketika pasukan Sekutu memasuki Jerman dan memaksa Nazi untuk menyerah pada bulan Mei 1945.

Anak-anak yang masih kecil biasanya dianggap tidak bisa bekerja dan langsung dibawa ke kamar-kamar gas.Selain di tato dengan tanda pengenal tahanan,anak-anak yang lebih tua dikirim untuk bekerja.Waktu kerja mereka berkisar antara 10 hingga 14 jam sehari.Setelah masa ini berakhir,anak-anak ini menjalani hari-hari kerja yang sangat panjang.Banyak dari mereka yang meninggal.

Akhir dari Holocaust mulai terlihat saat Ketika tentara lawan Jerman dalam Perang Dunia II yaitu Inggris, AS, Uni Soviet, dan Sekutu mulai memasuki daerah-daerah Eropa yang dikuasai Nazi dan mulai menemukan kamp-kamp konsentrasi yang dibangun Nazi. Mendapat firasat bahwa kekalahan Jerman akan terjadi, Nazi berusaha menyembunyikan bukti kejahatan mereka dengan menghancurkan kamp-kamp umtuk menghapus jejak mereka.

Nazi memaksa tahanan yang masih hidup di Polandia untuk berjalan kembali ke kamp-kamp di Jerman. Banyak tahanan kehilangan nyawa dalam perjalanan yang melelahkan ini. Banyak tahanan yang dibebaskan dari kamp akhirnya meninggal bahkan setelah pembebasan karena penyakit yang diderita saat penahanan masih berlangsung. Kehidupan tahanan yang telah bebas terasa lebih sulit bahkan setelah perang berakhir. Banyak korban yang menemukan orang asing yang tinggal di rumah mereka atau bahkan tidak dapat menemukan tempat tinggal mereka.

Pun negara-negara tetangga juga tidak mau menerima begitu banyak pengungsi.

Jumlah pasti korban yang dibunuh oleh rezim Nazi mungkin tidak diketahui, tetapi berdasarkan dokumentasi Nazi mengenai jumlah kematian, serta dari dokumen - dokumen Inggris dan Soviet yang dipindahkan secara rahasia pada saat itu, Ada lebih dari 11 juta orang tewas akibat gabungan masa Holocaust, Porajmos, dan kampanye-kampanye Aktion T-4. Berikut perincian jumlah korban-korban yang tewas ;

  1. Orang-orang Slav ( 10 - 25 juta jiwa )
  2. Orang-orang Yahudi, ( 5,1 - 6 juta jiwa )
  3. Orang - orang Polandia lainnya ( 1,8 - 1,9 juta jiwa )
  4. Orang - orang Gipsy ( 200.000 - 800.000 jiwa )
  5. Orang - orang cacat ( 200.000 - 250.000 jiwa )
  6. Orang - orang homoseksual ( 2.200 - 2.500 jiwa )
  7. Saksi - saksi Yehova (  950 -2.500 jiwa )

Selain jumlah diatas, di perkirakan kira - kira 2 juta jiwa warga-warga sipil juga ditebak mati dengan senapan-senapan mesin, disiksa hingga mati atau juga dipukul hingga mati.

Holocaust sering disebut sebagai contoh resmi genoside, namun tidak ada seorang pun dari pelaksana kejahatan tersebut yang didakwa atas kejahatan ini, seolah-olah kejahatan genoside tidak pernah dibuat.

Jika kalian tertarik dengan Holocaust, kalian bisa menonton film pemenang piala Oscar yang mengambil tema Holocaust, yaitu Schindler’s List dan Life is Beautiful.

Serta karya tulis yang di tulis oleh korban-korban yang berhasil selamat dari Holocaust, seperti Elie Weise dengan bukunya yang berjudul Night, Primo Levi dengan bukunya If This Is a Man,( Atau dalam bahasa Italia, Se questo è un uomo ) , dan Anne Frank dengan bukunya, The Diary of a Young Girl.

Di Jerman, terdapat Holocaust Memorial atau yang dalam bahasa Jerman disebut Denkmal für die ermordeten Juden Europas atau tempat peringatan untuk orang-orang Yahudi yang terbunuh di Eropa. Tempat ini terletak di pusat kota Berlin di dekat monumen terkenal Gerbang Brandenburger. Holocaust memorial selesai dibangun pada 2004 dan dibuka untuk umum pada 2005. Desainernya adalah seorang arsitek dari AS bernama Peter Eisenman.

Holocaust Memorial terdiri dari 2711 blok beton yang berbaris rapi membentuk square. Blok beton ini berwarna abu-abu dengan ketinggian yang berbeda di atas tanah yang memiliki ketinggian berbeda pula. Kita bisa berjalan di antara blok-blok ini dan juga memasuki museum yang ada di bawah tanah secara gratis di mana kita bisa memahami lebih lanjut bagaimana proses pembunuhan kaum Yahudi oleh Nazi di seluruh Eropa.

Meskipun tidak ada interpretasi resmi, masyarakat umum di Berlin memahami bahwa blok beton abu-abu tersebut melambangkan batu nisan. Ketinggian yang berbeda-beda mengartikan korban pembunuhan yang beragam mulai dari anak-anak sampai orang tua.

So,apakah kalian berminat untuk mengunjungi Holocaust Memorial suatu saat nanti?

Source :

https://www.history.com/topics/world-war-ii/the-holocaust

https://www.theatlantic.com/photo/2011/10/world-war-ii-the-holocaust/100170/

Downing, Stephane.2007.Holocaust : Fakta atau Fiksi?.Yogyakarta: Media Pressindo

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.