Hantavirus : Sama atau Tidak Sama dengan Covid-19 ?

Science Apr 17, 2020

Halo guys, seperti yang kita tahu, semakin bertambahnya hari, semakin banyak orang-orang maupun media yang aware terhadap Covid-19. Mulai dari donasi-donasi yang dilakukan influencer, artis dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal kita, hingga konser-konser yang dilakukan #dirumahaja yang di cetuskan Najwa Shihab lewat NarasiTV.

Tetapi ditengah-tengah kegiatan positif semacam ini, ada-ada saja berita yang tidak mengenakkan yang selalu kita temukan setiap hari, salah satunya adalah berita dimana ada virus baru yang bernama Hantavirus.Virus ini terkuak setelah adanya kasus kematian seorang pria di Tiongkok yang dinyatakan positif Hantavirus pada tanggal 23 Maret lalu. So, what we should know about this virus ?

Yuk kita bahas virus ini bersama-sama.

Virus Hanta yang berasal dari bahasa Latin Orthohantavirus adalah virus yang menyebabkan penyakit sindrom paru virus hanta (hantavirus pulmonary syndrome).

Virus ini banyak terdapat pada hewan seperti tikus, mencit, rusa dan beberapa hewan pengerat lainnya. Sebagian besar virus ini ditransmisikan melalui inhalasi dengan urin, saliva atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi virus Hanta. Penularan Hantavirus kepada manusia adalah melalui udara saat hewan yang terinfeksi telah mengeluarkan virus tersebut pada kotoran, urin, atau air liur mereka. Kecilnya partikel kotoran hewan yang terinfeksi dapat dengan mudah kita hirup tanpa kita sadari.

Banyak berita yang mengatakan kalau virus Hanta ini adalah virus yang baru muncul setelah coronavirus, tetapi faktanya, virus Hanta ini sudah ada sejak tahun 1950, bahkan penamaan Hanta pun diambil nama sungai Hantan di Korea Selatan yang menjadi tempat pertama kali ditemukan virus Hanta hingga pada akhirnya virus ini berhasil di isolasi oleh Ho Wang Lee, seorang dokter ahli epidemiologi dan ahli virus asal Korea Selatan. Bahkan Ho Wang Lee berhasil membuat antivirus untuk melawan virus Hanta ini, dan dinamakan Hantavax.

Hantavirus ini baru mewabah pada Mei 1993, pada saat itu ada wabah penyakit paru-paru yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya terjadi di Amerika Serikat bagian barat daya, di daerah Arizona, New Mexico, Colorado dan Utah yang selanjutkan wilayah ini dinamakan “The Four Corners”.

Mengapa di sebut “The Four Corners” ?

Karena di empat daerah ini lah populasi tikus rusa sedang berada dalam puncaknya di tahun 1993. Awal mulanya, pada tahun 1992 wilayah ini dilanda kekeringan dahsyat. Hingga pada akhirnya pada tahun 1993 hujan lebat mengguyur wilayah ini yang mengakibatkan banyaknya pasokan makanan untuk tikus rusa. Hal ini yang membuat populasi tikus berkembang menjadi sepuluh kali lebih banyak daripada tahun 1992.

Dengan begitu banyak tikus, kemungkinan besar tikus dan manusia akan bersentuhan satu sama lain, dan dengan demikian lebih mungkin bahwa hantavirus yang dibawa oleh tikus akan ditransmisikan ke manusia. Hal ini lah yang membuat peneliti berencana menjebak seluruh tikus yang ada di empat wilayah ini.

Di antara tikus yang terperangkap, tikus rusa menjadi inang utama untuk jenis hantavirus yang sebelumnya tidak diketahui. Karena tikus rusa hidup berdampingan dengan manusia di daerah pedesaan, pada akhirnya peneliti menaruh kecurigaan bahwa tikus rusa mungkin menularkan virus ke manusia. Dan ternyata benar, sekitar 30% dari tikus rusa yang diuji menunjukkan bukti infeksi hantavirus. Tes juga menunjukkan bahwa beberapa jenis hewan pengerat lainnya terinfeksi, walaupun jumlahnya lebih sedikit.

Ada kesamaan gejala awal antara infeksi hantavirus dan Covid-19 yaitu demam, gangguan pernapasan, kelelahan, dan diare. Tetapi tidak seperti Covid-19 yang hanya menyerang sistem pernapasan saja, ternyata Hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit yang berbeda, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.

Case Fatality Rate atau tingkat kematian dari Hantavirus adalah 0,1% - 1% untuk HFRS dan 36% untuk HPS dengan total 5.282 kasus. Kebanyakan korban jiwa adalah orang tua dengan rata-rata usia 55-59 tahun. Sedangkan Covid-19 (per -17 April 2020) tingkat kematian mencapai 21% dengan 2.183.921 kasus dengan jumlah korban meninggal 146.877 jiwa.

Untuk masa inkubasi, hantavirus memiliki masa inkubasi yang lebih lama dari Covid-19, yaitu 14-28 hari,sedangkan Covid-19 hanya berkisar 4-14 hari masa inkubasi.

Tetapi kita tidak perlu khawatir, karena Hantavirus adalah virus yang bersifat Zoonosis. Apa itu Zoonosis?

Zoonosis adalah berbagai penyakit dan infeksi yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Beberapa di antaranya tidak membuat hewan sakit, namun bisa membuat manusia sakit. Penyebaran virus ini juga tidak menular dari manusia ke manusia.

Cara untuk mencegah penularan hantavirus adalah dengan selalu menjaga kebersihan. Selalu pastikan bahwa rumah kalian selalu dalam keadaan bersih ya teman-teman. Oiya, kalian juga bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk meminimalisir risiko penularan.

1. Pastikan barang-barang yang berada di luar rumah atau gudang selalu dalam     keadaan bersih.

2. Bersihkan barang-barang yang masih ingin dipakai dari gudang dengan       disinfektan.

3.  Setelah selesai membersihkan, cuci tangan hingga benar-benar bersih                 menggunakan sabun dan air mengalir.

4. Pastikan tidak ada tumpukan sampah, rumput, atau barang bekas yang bisa           menjadi sarang tikus, di area rumah kalian.

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai hantavirus, kita diharapkan tidak terlalu panik tetapi tetap waspada. Selama kita sudah menjalani langkah-langkah pencegahan, maka risiko tertular akan berkurang.

Jadi ini yang bisa kita ketahui dan pelajari bersama kali ini mengenai Hantavirus. Kita bakal balik lagi dengan topik yang berbeda dan tentunya selalu menarik untuk dibahas. Jangan lupa jaga kesehatan, stay safe dan selalu semangat menjalani hari kalian ya guys.

Source :

https://id.wikipedia.org/wiki/Virus_Hanta

https://www.ijidonline.com/article/S1201-9712(18)33925-0/pdf

https://wwwn.cdc.gov/nndss/conditions/hantavirus-pulmonary-syndrome/case-definition/2015/

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3294390/

Coronavirus Update (Live): 2,183,942 Cases and 146,873 Deaths from COVID-19 Virus Pandemic - Worldometer
Live statistics and coronavirus news tracking the number of confirmed cases, recovered patients, tests, and death toll due to the COVID-19 coronavirus from Wuhan, China. Coronavirus counter with new cases, deaths, and number of tests per 1 Million population. Historical data and info. Daily charts, …
Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.