HADITS QUDSI, SERTA PERBEDAANNYA DENGAN HADITS NABAWI DAN AL-QUR’AN

Jun 09, 2020

Hai Sobat!

Seperti yang kita tahu, Al-Qur’an dan Al-Hadits merupakan sumber pedoman bagi umat Islam. Berdasarkan sumbernya, hadits dibagi menjadi dua, hadits nabawi dan hadits qudsi. Lalu, bagaimana kita membedakannya? Langsung saja kita bahas!

Al-Hadits secara umum adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, baik perkataan, perbuatan, maupun ketetapan beliau.

Hadits qudsi secara bahasa berasal dari kata “al-Qudus” yang bermakna suci, merujuk pada al-Ta’zim (keagungan). Sedangkan secara istilah, dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimi: “hadits yang diriwayatkan Nabi s.a.w dari Allah Ta’ala, dan disebut juga hadits Rabbani dan hadits Ilahi”

Perbedaan hadits qudsi dan hadits nabawi

Hadits nabawi berasal dari Rasulullah s.a.w yang menceritakan dirinya. Sedangkan hadits qudsi berasal dari Allah SWT, baik dengan perantara Jibril ‘alaihissalam, melalui ilham, maupun mimpi dan diriwayatkan oleh Rasulullah. Sebab itu dikatakan al-Qudsi (suci) yang merujuk pada Allah SWT yang Maha Suci.

perbedaan hadits qudsi dan Al-Qur’an

Hadits qudsi dan Al-Qur’an datang dari Allah. Bedanya, Al-Qur’an lafaz dan maknanya mutlak berasal dari Allah SWT. Sedangkan hadits qudsi maknanya dari Allah SWT namun lafaznya dari Nabi s.a.w. Karena itu, membaca lafal hadits qudsi tidak dianggap sebagai ibadah dan tidak dibaca saat shalat.

Saat menukil Al-Qur’an kita mengatakan, “Allah berfirman…”. Sedangkan saat menyebutkan hadits qudsi, kita mengatakan “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,…”

Ciri-ciri hadits qudsi

Dikatakan hadits qudsi bila di akhir sanadnya disebutkan:

“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, dari yang ia riwayatkan dari Rabb-nya ‘Azza wa Jalla..”

atau

“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ‘Allah Ta’ala berfirman’…” atau semisalnya.

Contoh hadits qudsi

“Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Dan Aku ada bersamanya jika ia selalu senantiasa ingat Aku. Jika ia ingat Aku sendirian, maka Aku akan ingat ia sendirian. Jika ia ingat Aku dalam sekumpulan orang, Aku akan ingat dia dalam kumpulan yang lebih baik dari itu (Malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya satu depa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari”” (HR. Bukhari no.7405)

Nah, sekian pembahasannya sobat. Semoga bermanfaat. Tetap semangat menimba ilmu ya!

- Amalia –

Referensi:

Al-Qathan, Manna’ Khalil. 2015. Cara Mudah Memahami Ilmu-Ilmu Hadith. Kuala Lumpur: Pustaka Jiwa

https://muslim.or.id/31262-perbedaan-al-quran-dan-hadits-qudsi.html#fn-31262-2

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.