Empat Alasan Rasulullah memilih Bilal bin Rabah, Budak Yang Menjadi Muadzin Pertama Dalam Islam

History Apr 26, 2020

Hallo KUMans… Dalam rangka menemani aktivitas klean di bulan suci Ramadhan, pada kesempatan hari ini, ngadmin akan membahas tentang Bilal bin Rabah –Budak yang dipilih Rasulullah menjadi muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) pertama dalam Islam.

Di dalam Islam, semua manusia memiliki derajat yang sama. Hanya ketakwaan lah yang menjadi penentu kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT, bukan warna kulit, suku ataupun rasnya.

Hal inlah yang dialami Bilal bin Rabah, budak yang berasal dari Habasyah (Ethiopia). Meskipun beliau berkulit hitam, berambut keriting dan berlatar belakang sebagai seorang budak, namun beliaulah yang dipilih Rasulullah untuk mengemban tugas mulia, sebagai muadzin pertama dalam Islam.

Bilal yang merupakan budak dari Umayyah bin Khalaf –salah satu elit musyrik Makkah yang sangat menentang Rasulullah dan dakwah Islam- tentunya menjadi bahan omongan miring kala itu.

Lantas apa yang menyebabkan Bilal bin Rabah menjadi muadzin pertama?

Dikutip dari NU Online, yang merujuk pada buku Ash-Shuffah (Yakhasyallah Mansur, 2015), berikut ini empat alasan mengapa Bilal diangkat menjadi muadzin pertama dalam Islam.

  1. Bilal memiliki suara yang lantang dan merdu. Dikisahkan bahwa siapapun akan bergetar hatinya manakala mendengar Bilal bin Rabah mengumandangkan atau membaca Al-Qur’an.
  2. Bilal sangat menghayati kalimat-kalimat adzan. Diceritakan ketika Bilal masih menjadi budak Ummayah bin Khalaf, beliau disiksa dengan sangat keras. Mulai dari diseret dan dijemur di padang pasir dengan tanpa pakaian hingga dijatuhi batu besar tepat di atas dadanya. Namun beliau bergeming, dan terus mengucap ahad, ahad, dan ahad –yang memiliki unsur persamaan dengan Adzan, yaitu Tauhid atau meng-Esakan Allah-- ketika disiksa.
  3. Bilal dikenal memiliki kedisiplinan yang tinggi. Karena Adzan dikumandangan lima kali dalam sehari semalam dan waktunya yang telah ditetapkan, maka diperlukan orang yang memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk mengemban tugas tersebut.
  4. Bilal dikenal memiliki keberanian yang tinggi. Karena prinsip tauhid yang ada dalam kalimat Adzan yang tentunya bertentangan dengan kondisi masyarakat kala itu, dimana kemusyrikan dan penolakan terhadap Islam masih kencang. Bilal sudah terbukti memiliki keberanian yang tinggi, pasalnya ketika masih menjadi budak dan disiksa sekeras apapun, beliau tetap memegang teguh keyakinannya, yaitu Islam.

Namun, saat Rasulullah wafat, Bilal tidak lagi bersedia menjadi Muadzin. Bahkan Khalifah Abu Bakar pun mencoba merayunya, namun usahanya tetaplah tidak berhasil.

Akhir kata, selamat menjalankan Ibadan puasa dan kurang-kurangin ngegasnya…!

-Anhar-

Source :

https://islam.nu.or.id/post/read/100278/empat-alasan-bilal-bin-rabah-dipilih-menjadi-muadzin-pertama

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/psd029313

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.