Desmond Doss : "Dengan dunia yang begitu terpecah-pecah, sepertinya tidak terlalu buruk bagiku untuk ingin menyatukannya kembali "

History Apr 17, 2020

Kopral Desmond Doss .(https://www.adventistreview.org/phpthumbsup/w/1000/h/500/zc/1/src/assets/public/news/2016-10/Adventist-desmond-Doss.4credit-1jpg.jpg)

Buat kalian penyuka film bertema perang, pasti gak asing lagi kan sama film Hacksaw Ridge. Film yang di sutradarai oleh Mel Gibson ini di buat berdasarkan kisah nyata Desmond Doss menjadi tentara medis Amerika Serikat selama Perang Dunia II lho guys.

Doss lahir di Lynchburg, Virginia. Ayahnya William Thomas Doss, adalah seorang tukang kayu, dan ibunya, Bertha Doss, seorang buruh pabrik sepatu. Desmond dibesarkan dengan keyakinan yang kuat akan Alkitab. Ibunya membesarkan dia sebagai penganut Gereja Advent Hari Ketujuh yang taat dan menguduskan Hari Sabat, menolak melakukan pembunuhan, dan menjadi vegetarian sejak kecil.

Sebelum pecahnya Perang Dunia II, Doss bekerja sebagai teknisi las di galangan kapal di Newport News, Virginia hingga akhirnya pada 1April 1942 ia mendaftarkan dirinya ke masuk militer.  Ia dikirim ke Fort Jackson di Carolina Selatan untuk berlatih bersama Divisi Infanteri Ke-77 yang diaktifkan kembali.

Ketika dia bergabung dengan Angkatan Darat, Desmond berasumsi bahwa klasifikasinya sebagai penentang yang berhati nurani tidak akan mengharuskannya membawa senjata. Ia hanya ingin menjadi tenaga medis tempur Angkatan Darat. Tetapi naas, saat itu dia ditugaskan ke kompi senapan infanteri.

Penolakannya untuk membawa senjata menyebabkan banyak masalah di antara sesama tentara.Selain menolak untuk membawa senjata, Desmond juga mempunyai satu kegiatan yang wajib ia laksanakan, dan ini berkaitan dengan keyakinannya. Di dalam pendidikan keagamaannya, Desmond wajib sekali untuk menghadiri gereja setiap minggu, pada hari ketujuh. Hari ini disebut dengan hari Sabat. Desmond lantas meminta izin mingguan agar dia bisa menghadiri gereja setiap hari Sabtu.

Teman- teman Doss memandang Doss sebagai prajurit yang lemah dan tidak pantas untuk ikut berperang. Bahkan ada seorang teman pria di barak memperingatkannya, "Desmond, begitu kita bertempur, saya akan memastikan Anda tidak akan kembali hidup-hidup."

Bahkan Perwira komandan nya pun juga tidak suka dengan Desmond. Teman-teman dan komandannya menganggap remeh seorang prajurit tanpa senjata. Selama di tempat pelatihan, komandan nya secara terus-terusan mencoba mengintimidasi, memarahi, memberi tugas-tugas ekstra yang sulit, dan menyatakan bahwa Doss tidak layak secara mental untuk Angkatan Darat. Namun Desmond tidak pernah menyimpan dendam. Dengan kebaikan dan kesopanan yang lembut, dia memperlakukan rekan-rekan nya dengan baik. Desmond percaya perang itu adil, tetapi membunuh dalam keadaan apa pun itu salah.

Desmond di cap sebagai pengkhianat dan terancam menghadapi pengadilan militer dikarenakan keyakinannya untuk menolak mengangkat senjata atau membunuh lawannya. Namun, ia kemudian diizinkan oleh komandannya untuk mengabdi sebagai seorang tenaga medis.

Desmond ditugaskan sebagai tenaga kesehatan untuk Pleton-2, B Company, Battalion-1, Infanteri 307, Divisi Infanteri 77. Ia bertugas dalam pertempuran di pulau-pulau Guam, Leyte, dan Okinawa. Dalam setiap operasi militer ia menunjukkan pengabdian yang luar biasa kepada sesamanya. Ia tidak pernah mempertimbangkan keselamatannya sendiri dan berulang kali berlari ke panasnya pertempuran untuk merawat semua rekan-rekannya yang jatuh dan membawanya kembali ke tempat yang aman.

Pada bulan Mei 1945, Pasukan Jepang dengan keras membela Okinawa, satu-satunya penghalang yang tersisa untuk invasi sekutu dari tanah air mereka. Sasaran Amerika adalah merebut Tebing Maeda, sebuah batu besar yang memukau yang disebut oleh para prajurit dengan sebutan, Hacksaw Ridge. Tetapi, setelah mereka mengamankan puncak tebing, pasukan Jepang tiba-tiba menyerang.

Komandan perang memerintahkan para prajurit untuk segera mundur. Tetapi Desmond tidak mengindahkan perintah itu dan kembali ke dalam baku tembak. Dengan doa terus-menerus terucap di bibirnya, Desmond bersumpah untuk menyelamatkan orang sebanyak yang dia bisa, sebelum ia pingsan atau mati.

Tekad besi dan keberanian Desmond yang tak kunjung padam membuahkan hasil manis, setidaknya ada sekitar 75 nyawa yang dapat ia selamatkan pada hari itu, 5 Mei 1945, di hari Sabatnya.

Beberapa hari kemudian, selama serangan malam yang gagal dilakukan Jepang, Desmond terluka parah. Sebuah granat Jepang mendarat di kakinya. Ledakan granat itu membuat Desmond terpental dan merobek kaki dan pinggangnya. Ketika mencoba untuk menyelamatkan diri, ia terkena peluru penembak jitu yang menghancurkan lengannya. Disinilah tindakan berani sebagai petugas medis yang Desmond lakukan berakhir.

Sebelum diberhentikan dengan hormat dari Angkatan Darat pada tahun 1946, Desmond menderita TBC. Penyakitnya semakin bertambah parah dan pada usia 87, Kopral Desmond Thomas Doss meninggal pada 23 Maret 2006. Dia dimakamkan di Pemakaman Nasional, Chattanooga, Tennessee. Atas keberaniannya dalam Pertempuran Okinawa, Desmond menjadi prajurit militer berhati nurani yang menerima Medali Kehormatan Kongres. Diketahui bahwa dari 16 juta tentara berseragam selama Perang Dunia II, hanya 431 yang menerima Medali Kehormatan. Dan Desmond menjadi salah satu penerima penghargaan ini.

Source :

https://en.wikipedia.org/wiki/Desmond_Doss

https://desmonddoss.com/bio/index.php

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.