Apa Itu Blitzkrieg Tactic

History Mei 07, 2020

https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/S/sgp-catalog-images/region_US/g9a9m-GRBB0E7KZM1-Full-Image_GalleryBackground-en-US-1532642613707._SX1080_.jpg

Halo guys,

Nah, pasti banyak dari kalian yang mungkin belum tau nih, apasih bliztkrieg itu, jadi, mari kita simak bersama-sama yuk. Oiya, mimin ingin menghimbau kalau didalam bahasan ini, banyak sekali bahasa istilah dalam bahasa Jerman yang mungkin membuat kalian bingung, oleh karena itu sebisa mungkin kalian harus sedikit berusaha untuk mengingat arti bahasa istilah dalam bahasan ini ya.

Blitzkrieg adalah taktik militer yang dikalkulasi untuk menciptakan guncangan psikologis dan mengakibatkan disorganisasi pasukan musuh melalui penggunaan kejutan, kecepatan, dan keunggulan dalam material dan daya tembak. Metode ini dengan cepat merusak garis pertahanan lawan dan kemudian mengacaukan barisan pertahanan, dengan menggunakan unsur kecepatan dan kejutan untuk mengelilingi mereka.

Serangan seperti ini ditempuh untuk memperoleh kemenangan dengan cepat dengan mengurangi resiko terbuangnya sumber daya tentara dengan sia-sia. Blitzkrieg paling sering dikaitkan dengan Nazi Jerman selama Perang Dunia II , ketika pasukan Jerman menyapu Polandia, Norwegia, Belgia, Belanda dan Prancis dengan kecepatan dan kekuatan yang mencengangkan.

Konsep blitzkrieg dibentuk oleh taktik militer Prusia pada awal abad ke-19, yang mengakui bahwa kemenangan hanya dapat terjadi melalui tindakan yang kuat dan cepat karena sumber daya ekonomi Prusia yang relatif terbatas waktu itu. Taktik ini pun berasal dari Schwerpunktprinzip ("prinsip konsentrasi") yang  diusulkan oleh Carl von Clausewitz dalam bukunya yang berjudul  On War (1832).

Clausewitz berpendapat bahwa pada saat perang, banyak komandan dari berbagai pasukan yang suka membubarkan pasukan mereka tanpa alasan yang terfokus, yang mengakibatkan pasukan tersebut digunakan secara tidak efisien. Nah untuk mengurangi penggunaan tenaga manusia yang sia-sia, ia menganjurkan konsentrasi kekuatan melawan musuh.

Semua penggunaan kekuatan harus memiliki konsentrasi yang efektif dalam satu saat, dengan satu tindakan, begitu pendapat Clausewitz . Ia menyebut konsentrasi itu dengan sebutan Schwerpunkt ( pusat gravitasi ). Schwerpunkt harus berada di daerah yang paling padat, contohnya seperti Ibukota agar serangan semakin efektif.

Pada abad ke-20, kemajuan teknologi seperti radio, pesawat ,dan kendaraan bermotor memungkinkan seorang komandan untuk memusatkan kekuatan di Schwerpunkt sehingga dapat memusnahkan oposisi dan meraih kemenangan.

Biasanya, setelah komandan perang telah menentukan dan mengidentifikasi Schwerpunkt, baru lah serangan dapat dimulai dengan  menggunakan konsep Kesselschlacht ( pertempuran kuali ).

Sebuah serangan frontal akan melumpuhkan musuh, sementara pasukan di sisi-sisi lain akan melakukan pembungkus ganda, membentuk sebuah kantong yang disebut Kessel ( kuali ) di sekitar musuh. Begitu dikepung, pasukan lawan yang demoralisasi dan tanpa peluang untuk melarikan diri, akan menghadapi pilihan pemusnahan atau penyerahan diri.

Diuji oleh Jerman selama Perang Saudara Spanyol pada tahun 1938 dan melawan Polandia pada tahun 1939, blitzkrieg terbukti merupakan kombinasi yang kuat dari aksi darat dan udara. Keberhasilan Jerman dengan taktik ini pada awal Perang Dunia II sebagian besar bergantung pada kenyataan bahwa Jerman adalah satu-satunya negara yang dapat secara efektif menghubungkan pasukan gabungannya dengan komunikasi radio.

Setelah keberhasilan awal Jerman, Sekutu mengadopsi bentuk perang ini dengan sukses besar, dimulai dengan perang Stalingrad dan kemudian digunakan oleh komandan seperti Jenderal AS, George Patton dalam operasi Eropa 1944.

Kampanye Kessel terakhir Jerman yang sukses adalah melawan pasukan terjun payung Inggris di Arnhem , Belanda, sebuah pengepungan yang kemudian dikenal sebagai Hexenkessel ( kuali penyihir ). Pada akhir perang, Jerman dikalahkan oleh konsep strategis ( Schwerpunkt ) dan taktis ( Kesselschlacht ). Tentara Jerman dihancurkan di Falaise, Perancis, Scheldt di Belanda, dan Bulge di Belgia, sedang di Front Timur di Cherkasy (di Ukraina modern), Memel (sekarang Klaipėda, Lithuania), dan Halbe, Jerman.

Pertempuran besar terakhir dari Perang Dunia II yang dilancarkan dengan menggunakan taktik blitzkrieg adalah Pertempuran Berlin (April 1945).

Siapa yang menyangka kalau Jerman yang pada awalnya sukses besar karena taktik blitzkrieg ini pada akhirnya juga hancur berantakan di karenakan taktik ini pula ?

-Fatma.

Source :

https://www.britannica.com/topic/blitzkrieg

https://www.history.com/topics/world-war-ii/blitzkrieg

https://id.wikipedia.org/wiki/Blitzkrieg

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.